Aku
Ngak
tau pasti mau mulai dari mana yang pasti inilah aku, aku adalah aku, Cuma
sebuah kata sederhana yang terdiri dari tiga huruf, tapi apa kalian tau, aku
ini kalau diuraikan bisa sepanjang jalan tol pekanbaru 50 kali putaran. Ahhh
lupakan soal aku.
Icha,
menurut orang icha itu adalah nama pasaran yang sengaja dibuat untuk nama asli
dari anisa, tapi menurutku tidak, maksudnya tidak salah lagi, karna anisa
asfarina adalah nama asli yang kemudian dipersingkat menjadi icha, aneh memang,
tapi itulah aku, yang kemudian icha dimaknai sebagai nama panggilang
kesayangan, panggilan kesayangan? Cie yang disayang, karna orang pertama yang
memanggilku icha adalah satu satunya bidadari nyata yang biasa dipanggil ibu.
Bahkan ayah, kakek, nenek, semua kerabat dekatku memanggil ku dengan icha,
seakan mereka benar benar menyayangiku. Aku tidak suka mengingat masa kecil ku,
bukan karna masa kecilku suram, ataupun kurang menyenangkan, tapi karna masa
kecilku yang berbeda jauh dengan aku yang sekarang, seakan itu bukan aku. Icha
kecil yang begitu manja, pemalu, tidak suka banyak bicara kini tlah berubah 180
drajat. Icha kecil akan menangis jika dipaksa berjalan tanpa sepatu, jika
dibawa kepasar ikan, tapi penurut, itu aku dapat dari cerita dari ibu, siapa
lagi yang akan menceritakan itu kalau bukan ibu. Sejak duduk di tingkat Sekolah
Dasar icha yang pemalu berubah menjadi icha yang lebih suka mengeksprisakan
diri, bahkan berani dengan orang yang mengganggunya, icha bahkan pernah
berkelahi dengan teman laki-lakinya, bukan hanya berkelahi tapi beradu fisik
dan tanpa sadar hidungnya berdarah. Naik ke tingkat SMP icha mulai berubah
karna ketika itu icha duduk di sekolah islam sehingga lebih memahami etika
seorang perempuan. Icha mulai taat pada tuhannya dan lebih mengerti arti
kehidupan itu seperti apa, tapi ketika icha naik ketingkat SMA dia belum bisa
menemukan jati diri seperti apa seharusnya. Sibuk dengan media sosial, teman,
dan mulai menempatkan diri pada kekasih hati yang biasa di sebut pacar, itulah
fase dimana icha kecil yang masih labil untuk menempatkan jati dirinya sendiri.
Kini icha sudah duduk dibangku kuliah dan masih dengan tujuannya, mencari jati
diri. Icha masih belum paham apa makna jati diri yang sebenarnya,dia berfikir
bisa memilih jalan yang baik untuknya bukan sibuk mensetting diri seperti apa
yang dilihatnya pada orang lain. Ya kalau kata orang inggris sih be your self
aja, gitu kali ya cha.
#akutetaplahaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar