Rabu, 21 Oktober 2015

My Self



Aku

            Ngak tau pasti mau mulai dari mana yang pasti inilah aku, aku adalah aku, Cuma sebuah kata sederhana yang terdiri dari tiga huruf, tapi apa kalian tau, aku ini kalau diuraikan bisa sepanjang jalan tol pekanbaru 50 kali putaran. Ahhh lupakan soal aku.
            Icha, menurut orang icha itu adalah nama pasaran yang sengaja dibuat untuk nama asli dari anisa, tapi menurutku tidak, maksudnya tidak salah lagi, karna anisa asfarina adalah nama asli yang kemudian dipersingkat menjadi icha, aneh memang, tapi itulah aku, yang kemudian icha dimaknai sebagai nama panggilang kesayangan, panggilan kesayangan? Cie yang disayang, karna orang pertama yang memanggilku icha adalah satu satunya bidadari nyata yang biasa dipanggil ibu. Bahkan ayah, kakek, nenek, semua kerabat dekatku memanggil ku dengan icha, seakan mereka benar benar menyayangiku. Aku tidak suka mengingat masa kecil ku, bukan karna masa kecilku suram, ataupun kurang menyenangkan, tapi karna masa kecilku yang berbeda jauh dengan aku yang sekarang, seakan itu bukan aku. Icha kecil yang begitu manja, pemalu, tidak suka banyak bicara kini tlah berubah 180 drajat. Icha kecil akan menangis jika dipaksa berjalan tanpa sepatu, jika dibawa kepasar ikan, tapi penurut, itu aku dapat dari cerita dari ibu, siapa lagi yang akan menceritakan itu kalau bukan ibu. Sejak duduk di tingkat Sekolah Dasar icha yang pemalu berubah menjadi icha yang lebih suka mengeksprisakan diri, bahkan berani dengan orang yang mengganggunya, icha bahkan pernah berkelahi dengan teman laki-lakinya, bukan hanya berkelahi tapi beradu fisik dan tanpa sadar hidungnya berdarah. Naik ke tingkat SMP icha mulai berubah karna ketika itu icha duduk di sekolah islam sehingga lebih memahami etika seorang perempuan. Icha mulai taat pada tuhannya dan lebih mengerti arti kehidupan itu seperti apa, tapi ketika icha naik ketingkat SMA dia belum bisa menemukan jati diri seperti apa seharusnya. Sibuk dengan media sosial, teman, dan mulai menempatkan diri pada kekasih hati yang biasa di sebut pacar, itulah fase dimana icha kecil yang masih labil untuk menempatkan jati dirinya sendiri. Kini icha sudah duduk dibangku kuliah dan masih dengan tujuannya, mencari jati diri. Icha masih belum paham apa makna jati diri yang sebenarnya,dia berfikir bisa memilih jalan yang baik untuknya bukan sibuk mensetting diri seperti apa yang dilihatnya pada orang lain. Ya kalau kata orang inggris sih be your self aja, gitu kali ya cha. 

#akutetaplahaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar