Rabu, 21 Oktober 2015

Kesan Pertamaku



Ini tentang perkenalan pertama yang ku alami. Aku sibuk membolak-balik pesan seorang teman tentang pengumuman sekolah, bagi siswa/siswi yang sudah dinyatakan lulus SMP bisa mengambil  Surat Keterangan Lulus dan Buku Agenda. Buku Agenda?? Aku terdiam sejenak, fikiranku melayang, Buku Agenda, yang isinya data diri, pas foto, dan contact person. Masih saja aku membolak balik isi pesan itu, berharap ada balasan, karna aku tidak bisa mengambilnya besok. Tiba-tiba telfonnya berbunyi, isi pesannya begini “ kamu bisa ambil surat dan bukunya ketika kamu melakukan pendaftaran ulang untuk tingkat SMA” ,, ohh syukurlah, aku tidak perlu repot-repot untuk mengambil nya besok, fikirku.
Setelah beberapa hari setelah pengumuman telfonku berbunyi menandakan ada  pesan masuk, tak ada nama, siapa??, ahh baca saja dulu: “ hai” begitu singkatnya sapaan pertama. “maaf Ini siapa ya?” tanyaku. Dia menjelaskan dirinya, tapi aku masih belum paham, karna aku tak pernah mendengar nama itu. Kami pun berkenalan, jujur saja aku orang yang tidak ramah pada perkenalan pertama apalagi hanya sekedar pesan singkat, menurutku ini tak perlu diambil pusing, hanya saja darimana dia bisa menghubungiku?? “Buku Agenda” jawabnya singkat, wajar saja aku tak tau dia, buku saja tak punya. Dia terus mengirimku pesan, seakan ingin tau tentang diriku yang apalah ini, dilihat dari segi bicaranya dia orang yang pandai merangkai kata, dan aku mulai tertarik untuk mengenalnya juga, karna dia berbeda dengan perkenalan-perkenalan lainnya. Dia tidak muluk-muluk, cukup dengan kata singkat, dan yang paling penting tidak ada unsur  rayuan. Karna sikapnya yang begitu, aku mulai menceritakan hal ini pada teman karibku, dan ternyata dia kenal siapa orang yang aku maksud, dunia ini sempit ya kawan, dia menceritakan satu hal unik tentangnya, akupun tersenyum.
Hari itu aku sibuk dengan kegiatan rumah yang masih sama dengan hari-hari sebelumnya, aku duduk sebentar untuk menenangkan diri, akupun teringat cerita temanku itu, aku ambil telfon dan melihat pesan masuk darinya, kenapa tidak langsung aku telfon saja, fikirku. “hai” dengan gugupnya kata-kata itu terucap, “iya” katanya. Dalam pembicaraan pertama aku gugup tapi dia berhasil mencairkan suasana, dan ternyata dia baru pulang dari mengantar ibunya berbelanja, ada hal positif yang aku lihat darinya, bayangkan saja seorang anak laki-laki suka melakukan hal itu, bahkan itu sudah kewajiban menurutnya. Setelah pembicaraan selesai aku tersenyum lega,” Dia baik pada Ibunya”. Bisa dibilang itu kesan pertamaku. 

#First Time I know about you
Anisa Asfarina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar